Posts

kon.tem.pla.si

Time flies. Tidak terasa ternyata waktu berjalan begitu cepat. Ketika ku pejamkan mata ini dengan tarikan nafas panjang secara perahan dan kuhembuskan kembali, seketika memori-memori itupun kembali muncul. Ya. Setahun silam, ketika pertamakali aku memutuskan untuk pergi mencari tempat pembelajaran baru, pengalaman baru, dan memutuskan untuk meninggalkan kisah lama. Tak terasa, rupanya tuhan memiliki rencananya sendiri untuk membawaku pergi menemui beberapa tempat dan orang-orang baru. Mengombang-ambingkan harapan dan mengacuhkan rindu yang kerap kali datang tanpa permisi. Masih ingat sekali, moment dimana aku bingung untuk sekedar mencari tempat berlindung, pergi kesana kemari untuk sekedar mencari harapan yang masih tersisa. Sesekali ku keluhkan kekecewaan itu pada diri sendiri tatkala harapan itu hilang. Sampai benar-benar lelah rasanya dan hampir saja memutuskan untuk kembali – Tak ingin melawan arus yang sama. Tapi rupanya aku memiliki kekuatan tersendiri untuk bertaha...

Perihal perasaan

Dan ceritapun berganti. Kembali aku menemukan sosok lain dalam kisah yang berbeda. Entah apakah dia akan menjadi semangatku untuk bertahan, atau justru alasanku untuk kembali melepaskan. Entahlah. Rasanya ada sedikit ketakutan menelusuri terlalu dalam. Kisah masa lalu hanya kuingat begitu kelam. Yang datang mengingatkanku setiap malam. Aku tak ingin berharap lebih.  Pada dirinya yang tak ku kenal letih. Aku hanya ingin menjadi tetap seperti ini. Mengaguminya dengan penuh kesadaran diri. Dan jika pada akhirnya waktu membuktikan  Bahwa ia harus digantikan, Aku hanya berharap pada langit, tolong hentikan. Perdebatan perasaan dan nalar ini yang perlahan mematikan.

Perihal Menerima

Terkadang, ketidak-mengertian datang disaat kita merasa sedikit tidak-menerima atau kurang-memahami situasi yang pada saat itu terjadi. Pun bisa karena prasangka buruk yang ada. Bahkan tanpa adanya pemahaman dan kesadaran, kerap kita melampiaskan hal tersebut pada situasi yang lebih sulit, membawa sedalam-dalamnya pikiran kita pada jurang keresahan. Ku tutup mata ini, menarik nafas sedalam-dalamnya. Dalam hati berkata “ya Allah, inikah jalan hidup yang harus kutempuh?” Ketidak-mengertianku akan situasi ini kerap mendatangkan prasangka pada sang pencipta takdir. Rasa tidak bisa menerima, kecewa, sedih, kerap hadir dalam waktu yang bersamaan. Sering aku menggerutu, kesal, bahkan marah. Tapi satu hal yang dapat kupelajari darinya adalah “ tidak merubah keadaan apapun ”. Terkadang, sebagai manusia aku hanya menuruti keinginanku saja. Tanpa memfokuskan diri pada penyelasaian masalah. Satu hal yang aku sadari adalah, hidup akan terus berlanjut apapun keadaan yang terjadi. Ja...

Angan

Pagi ini, kembali segala bayangan itu hadir. Melintasi jalan-jalan ingatan yang dulu pernah kulalui. Menerobos menuju aliran sungai yang begitu deras dengan bebatuan keras dan kepingan cerita yang telah tuntas.  . Kuhirup udara segar.. . Kupejamkan mata.. . Sejenak, Angan-angan itu kembali tumbuh. Seperti tunas kelapa yang mulai berdaun, seperti tetesan hujan yang mulai menderas, seperti sinar mentari pagi yang mulai terang, seperti bunga yang akan merekah.. . . Seperti kamu,, Yang kembali hadir bersama angan. Tapi.. Mungkinkah tunas yang tumbuh ini akan mati. Atau tetesan hujan ini akan segera reda. Sinar mentari yang didatangi awan gelap, atau bahkan bunga yang secepatnya layu dan patah. Mungkinkah takdir kembali mengubur angan ini bersama dengan dirimu.. Atau sebaliknya..  . . Entahlah,, Perihal angan ini, semoga semesta bermain dengan peran waktu untuk membuatnya menjadi lebih indah..

Tak ingin Menetap

Sore ini hujan. Entahlah, apa yang membuat aku ingin menulis. Semua berjalan begitu saja. Hanya karena sekarang hujan, dan suara gemercik air diluar terasa riuh dengan harumnya yang khas, kerap membuat jiwa ini tak bisa mengalah untuk bercerita. Entah harus mulai dari mana, beberapa hari ini aku merasa sedikit risau tentang bagaimana harusnya aku menentukan jalan hidup. Sulit rasanya memutuskan satu hal yang pasti. Terlalu banyak alasan untuk tetap bertahan, terlalu banyak hal yang menariku untuk tetap menetap pada atap yang tak berharap ini. Ingin rasanya memberanikan diri untuk berlali sejauh yang aku bisa, namun apalah daya, keterbatasan selalu menjadi alasan paling kuat. Terkadang aku berfikir, “apakah ini saatnya aku untuk kembali?” Hidup memang tak menjanjikan banyak kepastian, satu-satunya hal yang pasti hanyalah kematian. Namun, apakah hanya dengan aku memutuskan untuk kembali lantas cerita ini akan terhenti? Ataukah justru hanya akan menambah kesakitan demi kesakit...

Random Feelings

Pagi ini, aq mencoba menyempatkan diri untuk kembali menuangkan rasa yang sudah membuncah. Ingin rasanya panjang bercerita, tapi apalah daya, aq hanya bisa berbagi sedikit tentang apa yang aq rasakan saat ini. Tepatnya seminggu kemarin, aq mencoba mengambil porsi waktuku untuk membantu teman berbisnis, bukan keputusan yang instan juga sih sebenernya, karena beberapa minggu kebelakang hal itu memang sudah direncanakan. Entah bagaimana aq memikirkan itu, yang pasti waktu itu aq begitu antusias dengan hal ini. Walaupun di satu sisi aq juga merasa tertuntut akan diriku sendiri. Aq sangat bingung, bagaimana caranya aq mulai menentukan masa depan. Seolah masih merasa nyaman dengan apa yang aq lakukan saat ini. Kadang aq berfikir “apakah jalan yang aq ambil ini adalah keputusan yang tepat?, apakah ini hanya akan membuang waktuku saja?” . Kerap kali pikiran itu datang, aq selalu merasa khawatir perihal beberapa hal yang akan terjadi kedepannya. Aq merasa banyak tertuntut entah itu ...

Sebab Hidup dalah Proses yang akan Berakhir

Image
Sahabat.. jangan pernah sedikitpun menyia-nyiakan waktumu untuk hal hal yang tidak memiliki faedah (tidak bermanfaat). mari kita sama sama memanfaatkan waktu yang singkat ini. sebab hidup adalah sebuah perjaanan, sebuah proses yang singkat dan pasti berakhir.