Angan




Pagi ini, kembali segala bayangan itu hadir.
Melintasi jalan-jalan ingatan yang dulu pernah kulalui.
Menerobos menuju aliran sungai yang begitu deras dengan bebatuan keras dan kepingan cerita yang telah tuntas.
 .
Kuhirup udara segar..
.
Kupejamkan mata..
.
Sejenak, Angan-angan itu kembali tumbuh. Seperti tunas kelapa yang mulai berdaun, seperti tetesan hujan yang mulai menderas, seperti sinar mentari pagi yang mulai terang, seperti bunga yang akan merekah..
.
.

Seperti kamu,,

Yang kembali hadir bersama angan.

Tapi..

Mungkinkah tunas yang tumbuh ini akan mati. Atau tetesan hujan ini akan segera reda. Sinar mentari yang didatangi awan gelap, atau bahkan bunga yang secepatnya layu dan patah.
Mungkinkah takdir kembali mengubur angan ini bersama dengan dirimu..
Atau sebaliknya..
 .
.
Entahlah,,
Perihal angan ini, semoga semesta bermain dengan peran waktu untuk membuatnya menjadi lebih indah..

Comments

Popular posts from this blog

Lessons form 2021

Premeditatio Malorum: Sebuah refleksi tentang skenario (buruk) yang akan kita hadapi

Everything ends, and that is what makes them valuable