A complex human being

 

Every person has a story, their own dreams and pains, just as valid as yours or mine. It’s important to reflect : we’re all just trying to find our own version of happiness.

-M.A

 

Terkadang kita lupa memberi diri kita ruang untuk menyadari ‘ketidaktahuan’ tentang berbagai hal yang terjadi. Dorongan untuk mendapatkan jawaban mengiring hati dan logika kita untuk berperang – menyimpulkan berbagai kemungkinan yang ‘seharusnya’ atau ‘semestinya’ terjadi. Ketidaksempurnaan dan keterbatasan cara berfikir kita terkadang lupa mendapat perhatian diri sendiri. Alih-alih melihat kedalam diri, kita seringkali melihat keluar, mencari objek lain sebagai pembenaran berbagai kesimpulan yang kita buat sendiri.

 

Begitulah kita (aku) – manusia dengan berbagai kompleksitasnya.

 

Hari ini, aku kembali disadarkan pada kenyataan: bahwa akan selalu ada celah bagi kita untuk berbuat suatu kesalahan baik kepada diri sendiri maupun orang lain – disadari atau tidak – yang akhirnya membentuk suatu kesalahpahaman dari satu sudut pandang tanpa melihat sudut pandang lain. Menyadari bahwa hal tersebut terjadi adalah sebuah  ‘pintu’ yang memformulasi hati dan fikiran kita untuk menumbuhkan rasa empati, meminimalisir ego, serta menumbuhkan kesadaran untuk terus belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Kembali aku disadarkan bahwa pada akhirnya kita semua sedang berada pada proses mencari versi kebahagiaannya masing-masing. Dan menyadari bahwa setiap diri kita memiliki ‘proses’ dan ‘versi’ yang berbeda adalah sebuah ‘jendela’ untuk melihat keluar bahwa dunia ini bukan hanya tentang diri kita sendiri, melainkan menyangkut hidup orang lain.

 

Comments

Popular posts from this blog

Lessons form 2021

Premeditatio Malorum: Sebuah refleksi tentang skenario (buruk) yang akan kita hadapi

Everything ends, and that is what makes them valuable