Antara Aku dan Senja
Setelah bersembunyi dibalik gumpalan awan hitam yang selalu mengundang hujan di beberapa hari belakangan ini, rupanya senja tahu diri bahwa ada jutaan penduduk bumi bernama Opacarophile yang selalu menanti kehadirannya. Sepertiku, yang tadi sore ikut merasa damai ketika menyaksikan senja berlabuh di garis cakrawala sebelah barat dengan gradasi warna cantiknya yang perlahan memudar seolah menyambut sopan kedatangan malam yang sekaligus menggantikan perannya bersama bulan – sungguh dualitas yang kontras. Rupanya, bagi sebagian orang, menyaksikan ‘senja’ merupakan sebuah ‘ritual menghidupkan memori’ yang membuatnya merasa reflect, pause, dan hanyut bersama realitas meyaksikan keindahannya. Pun untukku yang tengah duduk menyaksikannya – ditemani buku yang ha...