Apa kabar mimpi-mimpimu ?
S ore ini langit jakarta cerah, tak seperti hari sebelumnya yang mendung dan sendu membuatnya seolah tampak berbeda dari biasanya. Namun keduanya memiliki kesamaan yang statis – kemacetan. Ratusan kendaraan mengantri disetiap persimpangan jalan, menunggu lampu hijau menyala, wajah-wajah lelah dengan tatapan-tatapan kosongnya seolah megungkap banyak hal. Desakan tubuh manusia-manusia pejuang nafkah didalam busway dan KRL menjadi babak akhir perjuangan mereka untuk menutup hari ini dengan harapan secepatnya bisa membasahi tubuh dan berbaring menikmati malam dengan lengkungan bulan sabitnya yang indah. Namun nyatanya, beberapa dari mereka tak merasakan indahnya malam ini, beberapa tak mengharapkan kedatangan esok hari. Beberapa, terdiam. Meratapi mimpi-mimpi yang hanya menjadi sebuah catatan sejarah yang usang. Sepertiku, sosok yang kehilangan arah dimana mimpi itu berada. Apa kabar mimpi? Satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul dan mungkin sering dipertanyakan. Kenyataan bahwa...